SISTEM POLITIK INDONESIA (naNhA)

May 27, 2010 at 5:04 am (Uncategorized)

A. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia

1. Pengertian sistem Politik di Indonesia

Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.

2. Cara Berpolitik Melalui Suprastruktur dan Infrastruktur politik

Yang termasuk dalam Suprastruktur politik adalah semua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif ). Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol, Ormas, media massa, Kelompok kepentingan (Interest Group), Kelompok Penekan (Presure Group), Alat/Media Komunikasi Politik, Tokoh Politik (Political Figure), dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik, melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat.

B. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara

1. Pengertian sistem politik

a. Pengertian Sistem

Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi.

Campbell,system adalah himpunan komponen atau bagian yang saling berkaitan yang bersama sama berfungsi untuk mencapai sesuatu tujuan.

Awad, system adalah sehimpunan komponen atau subsystemyang terorganisasikandan berkaitan sesuai dengan rencana untuk mencapai sesuatu tujuan terrtntu.

b. Pengertian Politik

Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara.

Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan, dasar dasar pemerintahan, ataupun dalam hal kekuasaan Negara. Politik pada dasarnya menyangkut tujuan-tujuan masyarakat, bukan tujuan pribadi. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik, tentara dan organisasi kemasyarakatan.

Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

c. Pengertian Sistem Politik

Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip, yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara.

SISTEM POLITIK menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng

Menurut David Easton, system politik adalah keseluruhan dari interaksi interaksi yang mengatur pembagian nilai nilai secara autoritatif / berdasarkan wewenag untuk dan atas nama masyarakat

Menurut Robert A Dahl, system politic is as any persistent pattern of human relationship that involves, to a significant extent, control, influence, power, or authority

Menurut GA Almond, dan GB Powell adalah sebagai usaha untuk mengadakan pencarian kea rah, 1.ruang lingkup yang lebih luas, 2.relisme, 3.persisi, 4.ketertibandalam teori politik agar hubungan yang terputus antar comparative government dengan political theory dapat ditata kembali.

SEcara harfiah, system politik adalahkumpulan elemen-elemen dalam urusan Negara yang satu sama lain slaing terkait

2. Sistem Politik Di Berbagai Negara

a. Sistem Politik Di Negara Komunis :

Bercirikan pemerintahan yang sentralistik, peniadaan hak milk pribadi, peniadaan hak-haak sipil dan politik, tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka, tidak adanya oposisi, serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat

b. Sistem Politik Di Negara Liberal :

Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok; pembatasan kekuasaan; khususnya dari pemerintah dan agama; penegakan hukum; pertukaran gagasan yang bebas; sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas

c. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia :

Sistem politik yang didasarkan pada nilai, prinsip, prosedur, dan kelembagaan yang demokratis. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah :

1. Ide kedaulatan rakyat

2. Negara berdasarkan atas hukum

3. Bentuk Republik

4. Pemerintahan berdasarkan konstitusi

5. Pemerintahan yang bertanggung jawab

6. Sistem Perwakilan

7. Sistem peemrintahan presidensiil

5. Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri

a. Meningkatnya respon masyarakat terhadapkebijakan pemerintah

b. Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik

c. Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok-kelompok penekan

Ciri-ciri system menurut Ellias M. Awad:

  • Terbuka
  • Terdiri dari dua atau lebih subsystem
  • Saling ketergantungan
  • Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan
  • Kemampuan untuk mengatur diri sendiri
  • Tujuan dan sasaran
  1. Apakah pengertian sistem politik sebagai subsistem dan sistem terbuka ?
  • Sistem Politik sebagai subsistem maksudnya adalah dalam perspektif sistem, sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.
  • Sistem Politik sebagai sistem yang terbuka maksudnya adalah proses-proses dan struktur sistem politik tidak bebas dari serangan oleh berbagai pengaruh yang aneh-aneh, dan bahwa ia tidak harus tidak berdaya dalam menghadapi gangguan-gangguan yang mungkin menghadangnya. Artinya bahwa sistem politik senantiasa menerima dari sistem-sistem lain suatu aliran kejadian-kejadian dan pengaruh-pengaruh yang membentuk kondisi-kondisi yang mengharuskan anggota-anggotanya bertindak.
  • ALMOND & POWELL,MEMBAGI 3 KATEGORI SISTEM POLITIK YAKNI:

-          Sistem-sistem primitif yang bekerja dengan sebentar-sebentar istirahat. Sistem politik ini sangat kecil kemungkinannya untuk mengubah peranannya menjadi terspesialisasi atau lebih otonom. Sistem ini lebih mencerminkan suatu kebudayaan yang samar-samar dan bersifat keagamaan.

-          Sistem-sistem tradisional dengan struktur-struktur bersifat pemerintahan politik yang berbeda-beda dan satu kebudayaan “subyek”

-          Sistem-sistem modern dimana struktur struktur politik yang berbeda beda berkembang dan mencerminkan aktivitas budaya politik.

  • ALFIAN,mengklasifikasikan sistem politik terbagi 4 yaitu :

-          sistem politik otoriter/totaliter

-          sistem politik anarki

-          sistem politik demokrasi

-          sitem politik demokrasi dalam transisi.

  1. Apakah hubungan antara sistem politik dengan lingkungan (diluar dan didalam)?

Jawab  :

A)    Menurut David Easton :

Lingkungan mempunyai peranan penting berupa input, baik tuntutan ataupun dukungan. Kemampuan anggota sistem politik dalam mengelola dan menanggapi desakan ataupun pengaruh lingkungan bergantung pada pengenalannya pada lingkungan itu sendiri. Lingkungan merupakan semua sistem lain yang tidak termasuk dalam sistem politik. Secara garis besar, lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan dalam (intra societal) dan lingkungan luar (extra societal).

  • Hubungan antara sistem politik dengan lingkungan dalam (intra societal) yaitu :

Lingkungan intrasocietal merupakan bagian dari lingkungan fisik serta sosial yang terletak “di luar” batasan sistem politik tetapi masih di dalam masyarakat yang sama. .” Lingkungan intrasocietal tidak harus bersifat politik “murni” akan tetapi memiliki pengaruh sedemikian rupa sehingga memaksa sistem politik untuk menyesuaikan dirinya.

David Easton menyebutkan ada sejumlah lingkungan intrasocietal yaitu : Sistem ekologi, sistem biologi, sistem psikologi, dan sistem sosial.

-          Sistem ekologi adalah sistem yang bersifat fisik dan nonmanusia, yang mempengaruhi alur kerja sistem politik. Misal dari sistem ekologis adalah kondisi geografis, sebaran wilayah daerah, dan iklim.

-          Sistem biologis adalah suatu sistem yang bercorak genetis dan mempengaruhi kehidupan manusia. David Easton menyatakan bahwa sistem biologi memiliki derajat pengaruh yang tidak boleh diabaikan begitu saja dalam proses politik. Ia merujuk pada pendapat psikoanalis Sigmund Freud bahwa di dalam diri manusia terkandung unsur id, suatu unsur yang agresif. Unsur-unsur ini harus diperhatikan di dalam mengkaji pengaruh sistem biologi terhadap sistem politik. Ciri-ciri genetik pada suatu masyarakat mengimplikasikan pengaruh tertentu terhadap sistem politik. Misal dari sistem biologi adalah aspek ras dan keturunan penduduk di suatu negara seperti melayu, arya, semit, anglo-saxon, mongoloid, austronesia, dan sejenisnya.

-          Sistem psikologis berkisar pada aspek internal dari individu-individu yang ada di suatu negara seperti kepercayaan, emosi, pengetahuan dan sejenisnya. Sistem psikologi merupakan unsur yang signifikansinya terlihat semakin kuat setelah dikenalnya pendekatan behavioralisme dalam ilmu politik. Pendekatan ini melihat motif-motif individual psikologis dalam perilaku politik. Sistem psikologi ini meliputi bagaimana nilai, perilaku, identitas sosial, emosi, dan pengetahuan akan politik mempengaruhi pandangan individu terhadap sistem politiknya. Sistem psikologi ini kemudian dapat dijelaskan melalui teori psikologi politik. Psikologi ini banyak berguna dalam menganalisis kondisi politik di suatu negara seperti ekstrimisme, konflik suku, nasionalisme, dan sejenisnya.

-          Sistem sosial meliputi sistem-sistem seperti budaya, struktur sosial, ekonomi, dan demografis. Sistem-sistem ini berasal dari lingkungan intrasocietal dan berpengaruh, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap suatu sistem politik. Sistem budaya tentunya contoh sistem yang secara jelas berpengaruh terhadap sistem politik. Budaya, khususnya budaya politik, adalah bagaimana penduduk di suatu wilayah memandang negaranya, pemimpinnya, serta proses pemerintahan sehari-hari.

  • Hubungan antara sistem politik dengan lingkungan luar (extra societal) yaitu :

Lingkungan extrasocietal diyakini memiliki dampak yang juga signifikan bagi keberlangsungan suatu sistem politik. Dampak ini jadi semakin mengemuka di suatu era yang umum disebut globalisasi. Dalam globalisasi, suatu kejadian di level internasional secara mudah langsung memberi dampak di tingkat sistem politik suatu negara.

Lingkungan extrasocietal terdiri atas sistem politik internasional, sistem ekologi internasional, dan sistem sosial internasional. Sistem politik internasional adalah kondisi terbaginya pusat-pusat kekuasaan politik dunia. Sistem ekologi internasional adalah kondisi geografis persebaran negara yang menciptakan suatu isu. Sistem sosial international adalah kondisi struktur sosial di tingkat internasional yang berakibat pada terpengaruhnya kinerja sistem politik suatu negara.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: